Hm… udah lama nih ga posting ttg science. Kali ini coba posting ttg ISO 8583 ah
Ok, secara umum, ISO 8583 terdiri dari 3 bagian:
1. MTI (Message Type Identifier)
2. Bitmaps
3. Data Elements
Lo bisa liat sendiri deh di wiki, pasti sama. Lu bisa baca langsung dari wiki. Tapi klo mau baca versi bahasa Indonesia-nya, silakan baca di blog gua. Karna di wiki belom ada yang translate ke bahasa Indonesia. Tapi bukan berarti blog ini translate-an dari om wiki ya
OK. kita bahas dikit. Nomor 1 dan 2, gampang dipelajari. Gw yakin lo bakal cepet ngerti. Nomor 3? Hm.. ini mungkin rada susah. Karena penggunaan Data Elements bisa beda klo bisnis proses atau flow atau tujuan lo make ISO 8583 ini beda. GW nanti jelasin bagian nomor 3 ini secara general aja ya. Untuk lebih dalam, tergantung kasus yg elo hadepin.
1. MTI
Untuk MTI, jumlahnya ada 4 bit. Gampang kok. Liat aja tabel ini
0xxx -> version of ISO 8583 (1987 version)
x1xx -> class of the Message (Authorization Message)
xx1x -> function of the Message (Request Response)
xxx0 -> who began the communication (Acquirer)
Yap, penjelasan di atas gw ambil dari wiki. Kita mulai dari bit pertama ya.
Jadi bit pertama dari MTI adalah menandakan versi ISO 8583. Nilai yang digunakan adalah
| Position | Artinya |
| 0xxx | ISO 8583-1:1987 version |
| 1xxx | ISO 8583-2:1993 version |
| 2xxx | ISO 8583-1:2003 version |
| 9xxx | Private usage |
Sedangkan bit kedua dari MTI yaitu menandakan tujuan pesan (Message Function) dari ISO 8583 itu sendiri
| Position | Meaning | Usage |
| x1xx | Authorization Message | Determine if funds are available, get an approval but do not post to account for reconciliation, Dual Message System (DMS), awaits file exchange for posting to account |
| x2xx | Financial Message | Determine if funds are available, get an approval and post directly to the account, Single Message System (SMS), no file exchange after this |
| x3xx | File Actions Message | Used for hot-card, TMS and other exchanges |
| x4xx | Reversal Message | Reverses the action of a previous authorization |
| x5xx | Reconciliation Message | Transmits settlement information |
| x6xx | Administrative Message | Transmits administrative advice. Often used for failure messages (e.g. message reject or failure to apply) |
| x7xx | Fee Collection Message | |
| x8xx | Network Management Message | Used for secure key exchange, logon, echo test and other network functions |
| x9xx | Reserved by ISO |
dari sembilan itu, ga semua biasanya lo pake, paling yang dipake 1, 2 ama 4. 1 bisa buat request/inquiry. Misalnya, cek saldo. 2 buat financial transaction, misalnya buat bayar PLN, transfer, bayar tagihan telpon, dll. 4 buat reversal, klo misalnya transaksi gagal (misal connection loss yang menyebabkan time out), maka semua transaksi tsb akan di rollback (direverse). Kenapa? Bisa aja lo bayar tagihan listrik, statusnya udah lunas nih, tapi pas mau motong tabungan.. connection loss.. jadi ga kepotong tuh duitnya, gratis dah bayar listriknya wkwkwk. Makanya itu reversal penting juga nih. 8 buat network management, echo test. Sifat koneksi dari server ke provider ini adalah state full, jadi koneksinya terjalin tanpa putus, dalam rentang waktu yang ditentukan dia akan selalu mengirimkan sinyal dengan MTI 0800, dan 0810 sebagai responsen-ya. Bit ke-3 dan ke-4 ini dijelasin di bawah.
Nah sekarang masuk bit ke-3 dari MTI. Bit ke-3 ini adalah Message Function, perhatiin aja tabel di bawah
| Position | Meaning |
| xx0x | Request |
| xx1x | Request Response |
| xx2x | Advice |
| xx3x | Advice Response |
| xx4x | Notification |
| xx8x | Response acknowledgment |
| xx9x | Negative acknowledgment |
Nah. Sabar ya. Mungkin masih pusing, nanti abis selese gw bahas bit ke-4 baru deh lo ngerti. Bit ke-3 ini menandakan fungsi ISO 8583 itu sendiri. klo nilainya 0, maka dia request, klo 1 maka dia response. Lagi-lagi biasanya yg sering dipake itu 0 dan 1, tergantung case nya ya. Dalam hal ini pengalaman gw aja sih. Ya gw liat bit 3 klo ga 0 ya 1 aja. Sedangkan bit terakhir dari MTI adalah Message Originil, menandakan dari mana ISO Message itu.
Ok, skr liat lagi tabelnya.
| Position | Meaning |
| xxx0 | Acquirer |
| xxx1 | Acquirer Repeat |
| xxx2 | Issuer |
| xxx3 | Issuer Repeat |
| xxx4 | Other |
| xxx5 | Other Repeat |
Nah, lagi2 dalam pengalaman gw yang biasa gw liat cuma 0 aja. tapi lo harus paham semua dulu. Karna pastinja kasus lo beda ama gw. Untuk lebih jelas, mari kita liat contoh2 simpel berikut
| MTI | Meaning | Usage |
| 0100 | Authorization request | Request from a point-of-sale terminal for authorization for a cardholder purchase |
| 0110 | Issuer Response | Issuer response to a point-of-sale terminal for authorization for a cardholder purchase |
| 0200 | Acquirer Financial Request | Request for funds, typically from an ATM or pinned point-of-sale device |
| 0210 | Issuer Response to Financial Request | Issuer response to request for funds |
| 0800 | Network Management Request | Echo test, logon, log off etc. |
| 0810 | Network Management Response | Echo test, logon, log off etc. |
2. Bitmaps
Bagian ini gw paling suka. Kenapa? Soalnya pendek, singkat, padat, jelas, dan mudah dimengerti.
Bit map ini panjangya bisa 3 macem, bisa 64, 128, atau 192 (yang terakhir sangat jarang dipake). Yang paling sering biasanya 64, atau ga 128. Gw sendiri make yang 64. GW contohin yang 64 aja ya. Klo 64 ngerti, yang 128 ama 192 sama aja kok cara bacanya
Ok, misalnya gw punya bit map kayak gini (lagi2 ambil contoh dari wiki): 4210001102C04804
maka artinya bit yang gw nyalain adalah 2, 7, 12, 28, 32, 39, 41, 42, 50, 53, 62.
Loh kok bisa? Gw bukan asal tebak cuy. Emang ada itungannya. Mari liat sama2. Liat lagi bit2 tadi, dan pecah2 menjadi bagian kecil yang masing2 terdiri dari 2 bit.
BYTE1 : 01000010 = 42x (42 heksa ya, dari kiri: bit 2 dan 7)
BYTE2 : 00010000 = 10x
BYTE3 : 00000000 = 00x
BYTE4 : 00010001 = 11x
BYTE5 : 00000010 = 02x
BYTE6 : 11000000 = C0x
BYTE7 : 01001000 = 48x
BYTE8 : 00000100 = 04x
liat tabel di atas? ngerti kan? masih belom? Oke, gini.
BYTE 1: 01000010.
klo gw itung dari kiri, si angka 1 ini ada di digit ke 2 dan 7. Maka bit 2 ama 7 gw nyalain berarti nih
Lalu BYTE2 : 00010000 artinya bit 12 nyala. Ngitungnya jangan dari 1 lagi, lanjutin yang tadi. Jadi klo lo jabarin bit2 itu, dapetnya kek gini:
0________10________20________30________40________50________60__64 1234567890123456789012345678901234567890123456789012345678901234 n-th bit 0100001000010000000000000001000100000010110000000100100000000100 bit map
cara terakhir lebih enak liatnya. bitmaps paling gampang kan?
3. Data elements
Ok. Ini adalah bagian paling ribet. sebelum masuk ke intinya, lo musti paham dulu bahwa data elements ini membawa informasi dari transaksi itu sendiri. Panjang bit nya bisa beda2, user specified deh. Tergantung kesepakatan yang make. Masing-masing data elements di memiliki format baku yang kontennya didefinisiin dengan panjang dan tipe yang berbeda-beda.
Untuk memahami data elements, pahami dulu tabel ini ya:
| Abbreviation | Meaning |
| a | Alpha, including blanks |
| n | Numeric values only |
| s | Special characters only |
| an | Alphanumeric |
| as | Alpha & special characters only |
| ns | Numeric and special characters only |
| ans | Alphabetic, numeric and special characters. |
| b | Binary data |
| z | Tracks 2 and 3 code set as defined in ISO/IEC 7813 and ISO/IEC 4909 respectively |
| . or .. or … | variable field length indicator, each . indicating a digit. |
| x or xx or xxx | fixed length of field or maximum length in the case of variable length fields. |
Sedangkan klo panjangnya, bisa seperti ini:
| Type | Meaning |
| Fixed | no field length used |
| LLVAR or (..xx) | Where LL < 100, means two leading digits LL specify the field length of field VAR |
| LLLVAR or (…xxx) | Where LLL < 1000, means three leading digits LLL specify the field length of field VAR |
Ok, sekarang contohnya:
| Field Definition | Meaning |
| n6 | Fixed length field of six digits |
| n.6 | LVAR numeric field of up to 6 digits in length |
| a..11 | LLVAR alphanumeric field of up to 11 characters in length |
| b…999 | LLLVAR binary field of up to 999 bytes in length |
nah, lalu kontent dari data element itu sendiri silakan liat sendiri di wiki ya. klo di post disini kepanjangan jadinya. Soalnya buanyak banget.
Yang terpenting dari ISO adalah:
- data elements 1 berisi bitmaps
- bit 3 berisi processing code
- bit 4 berisi amount transaction
- bit 11, stan (system trace audit number)
- bit 18 merchant type
- bit 35: track 2 data
- bit 39: response code, cuma ada di response
- bit 41: terminal ID
- bit 42: merchant ID
- bit 43: lokasi terminal
- bit 47, 48, 61~63; private bit






Hi… your post is really nice and very informative for beginners.
I’m learning about ISO 8583 and I have few questions, hope you don’t mind answering them.
1. when we use Authorization Request message (0100)?
2.when we do a withdrawal, do we need to send a Authorization Request(0100) before sending Financial Request (0200)?
3. If I’m developing a switch for a bank(In India), what are the banking rules I need to follow and approvals I require to implement it?
Thanks & Regards,
Roy Mathew
1. we use auth rq message when inquiry request, to check if funds are available or not. if available, so we can send payment message (0200)
2. we do withdrawal in timeout scenario, such as if financial request response came lately to edc terminal, edc terminal will send withdrawal in next transaction
3. hm.. this part is not easy to answer, well.. i’am just edc server programmer and newbie here
for question number 2, im sorry my answer was wrong, i tought you ask about reversal
the right answer is YES. we send a Authorization Request(0100) before sending Financial Request (0200)
Mau nanya nih mas, maklum masih newbie
Seandainya saya menjalin suatu kerjasama pembayaran online dengan pihak bank, menggunakan protokol ISO 8583 sebagai standar, kemudian sistem ini dijalankan secara host to host dengan pihak Bank. Apakah benar pemahaman saya, jika proses inquiry, request dan reply ini berjalan antara bank pusat dengan perusahaan saya saja, dalam artian jika status komunikasi saya dan bank OK seharusnya tidak akan ada masalah. Tapi apa yang terjadi jika gangguan tersebut terjadi antara bank pusat dan bank cabang. Yang mungkin terjadi adalah bank cabang akan me-reverse transaksi (yg terputus td) dan akan melakukan inquiry dan request transaksi yg gagal tadi.
Mohon pencerahannya….
mari kita samakan kamus dulu:
perusahaan anda = A
bank = B
bank Pusat = X
Response Code = RC
0100 / 0200 = Message Request
0110 / 0210 = Message Response
menurut saya seperti ini skenario yg mungkin jadi solusinya:
setelah A mengirim Message Request ke B, maka state A saat ini dalam posisi waiting reponse dari B
setelah B menerima Message Request dari A, B tidak boleh membalas dulu ke A
B harus melakukan proses internal dengan X dulu:
jika proses internal dengan X berhasil, B mengirim Message Response ke A. (selesai — normal transaction)
jika ada gangguan antara X dengan B, maka B harus selesaikan dulu gangguan ini. Setelah B berhasil me-reverse transaksi yang terkena gangguan tersebut, baru B mengirim Message Response ke A
halo kang udjo.. sama om google dikasih link ke sini nih. Boleh ya saya bilang ini terjemahan bebas dari halaman wikipedia soal ISO 8583, heheh.. Tapi pasti yang udah dalam versi “mudah dan ringan” untuk dibaca… (walau berat juga sih sebenernya untuk ngerti-innya.. (biar bisa ngeles buat nanya, hehehe) ) // kurungnya kebanyakan ya…
Well, langsung deh, mau tanya soal bit 1 (bitmaps). Kalo bitmapnya pake 128, berarti panjangnya bit jadi nambah ya kang, dari 8 byte jadi 16 byte atau si 128 bit tadi. Untuk si parser-nya nanti, gimana dia tau, bitmaps yang dipake panjangnya 64 atau 128 bahkan nanti kalo 192. Mungkin kah berkaitan dengan digit pertama dari si rangkaian bitmap tadi?
Contoh, kalo digit 4 dari rangkaian bitmap tadi bernilai 1 (on), berarti ada data AMOUNT kan di ISO string nya. Nah kalo digit 1 sendiri , jika bernilai 1 , artinya apa ya. Kan kalo data bitmap kan udah pasti ada (mau digit 1 nya bernilai ON (1) atau OFF (0).
Mohon pencerahannya ya kang Udjo.
Hatur nuhun..
di source code yg gw punya, di packager (misal pake yg java) didefinisikan spt ini:
public class EDCPackager extends ISOBasePackager {
protected ISOFieldPackager fld[] = {
/*000*/ new IFA_NUMERIC ( 4, “Message Type Indicator”),
/*001*/ new IFA_BITMAP ( 64, “Bitmap”),
/*002*/ new IFA_LLNUM ( 19, “Primary Account number”),
/*003*/ new IFA_NUMERIC ( 6, “Processing Code”),
/*004*/ new IFA_NUMERIC ( 12, “Amount, Transaction”),
/*005*/ new IFA_NUMERIC ( 12, “Amount, Reconciliation”),
…
… dst
/*128*/ new IFA_BINARY ( 8, “Message authentication code field”)
};
public EDCPackager()
{
super();
setFieldPackager(fld);
}
}
kita definisikan sampe bit 128 spt diatas, sedangkan bitmap nya kita definisikan 64. Iso parser tsb bisa parsing iso string yg 64 dan 128 loh, dia bisa tau sendiri
gimana parsernya tau? wah saya juga ga tau knp parser-nya bisa tau dengan sendirinya panjang bitmap-nya berapa, mungkin kalo punya dokumentasi jpos, bisa ketahuan tuh,, harganya $50 USD
Maaf mas…
untuk emulator ISO 8583 nya pake apa ya..?
atau bagaimana cara mengetahui bahwa aplikasi kita dah support ISO8583..?
makasih
parser iso 8583 nya pake bahasa java, pake package jpos, free, udah ada method unpack() dan pack() buat bikin (packing) iso string dan memparsing (unpackin) iso string
dokumentasinya kudu beli, $50. kalo ga pake dokumentasi, free free free
googling aja cara pakenya, ada kok blog buatan orang indonesia yg share cara pack/unpack iso 8583 pake jpos
oh iya, lupa 1 pertanyaan belum di jawab. cara mengeahui bahwa aplikasi kita dah support ISO8583 yaitu.. test aja aplikasinya, susah amat
mas udjo mau tanya dong klo waktu mau VOID trus muncul error DECLINED RC : 00 itu knapa yah? ditunggu jawaban’a.thanks
wah.. baru ngalamin euy? ga tau deh knp.. pake apa servernya?
mas udjo, ane baru belajar ISO 8583 nih,
kerjaan dari kantor, pegawai baru jadi masih meraba-raba cara pembuatan dokumentasinya.
kan aplikasi yg dibuat itu ebanking yah, nah selain inquiry dan payment itu, kalo di tambahin purchase atau lainnya, bisa gak?
terus selain type dan length ada yg namanya format, di dokumentasi yg lama sih bacaan nya gini : “zero left-padding” atau “Use + instead of D and – instead of C” itu apaan ya maksud nya?
diisi berdasarkan apa?
purchase itu sama aja spt payment (biasanya pake mti 0200/0210), di tempat sy kerja sih biasa dipake dokumen spec seperti purchase evoucher (pulsa elektrik).
contoh lainnya yaitu reprint / manual advice (biasanya pake mti 0100/0110)
“zero left-padding” biasanya dipake untuk format field-field tertentu misalnya amount pada bit 4 atau bisa juga pada private bit spt 47, 48, dll. misalnya biasa transakinya 25000 (dua puluh lima ribu). jika formatnya n-12 dan “zero left-padding” maka akan dikirim “000000025000″
“use + instead of D and – instead of C”, itu adalah Debit atau Kredit indicator. biasanya dipake buat messaging mini-statement, N-last transaction, atau bisa juga buat purchase pulsa (gw lupa ini nantinya apakah dipake itm / core banking)
“… bisa juga pada private bit spt 47, 48, dll” –> maksudnya pada field tertentu pada private bit
yg “use + instead of D and – instead of C” artinya, diisi ‘+’ kalo debit, ‘-’ kalo kredit
thanks gan.
bermanfaat bgt. =)
mohon pencerahannya yah..
nuhun..
good.. good..
haha kerja dimana lo gan skr?
Lagi santai dulu bay,.. bantu babe usaha.. tar kalo bosen baru cari lagi
Mas Udjo… Saya mo nanya…
Kenapa bitmap yang 64 bit (di contoh) ditampilkan dalam 16 karakter ?
bukannya 1 karakter itu 1 byte (8 bit) ? berarti kalo 16 karakter ada 128 bit donk… (16 * 8 bit) ?
Bitmap itu tipenya b-64 (biner sepanjang 64 bit)
bitmap terdisi atas 8 byte (64 bit) dalam biner, atau 16 Hexadecimal (dalam ASCII). Hexadecimal loh.. bukan Desimal. Oleh karena itu, ada 16 karakter
kalo misal debug transaksi, bitmap dalam contoh ini akan terlihat spt ini:
42 10 00 11 02 C0 48 04
(42 = 1 byte, 10 = 1 byte, 00 = 1 byte, dst. total ada 8 byte / 64 bit)
Nah, mengapa 42 = 1 byte?? (42 ini dalam hexadesimal loh gan)
Jika dikonversi ke dalam biner, 42x = 01000010 (ada 8 bit, 8 bit = 1 byte)
lebih lanjut lagi, jika kita lihat angka 01000010, maka digit ke 2 dan ke 7 disini bernilai 1. artinya bit 2 dan bit 7 ada di dalam message
gmn gan? apakah sudah ada pencerahan?
oh… gitu… mantap2… makasih ya…
awesome
Terimakasih pencerahannya mas …. mencerahkan nubie seperti saya
untuk reversal, edc kah yang mengirim message to acquirer?
nuhun sgt aa’, baru ketemu org yg mau share ttg iso dr indo..
betul, harus dari terminal edc yg kirim
sama2 gan
gan tau tentanga format IPM to ISO tak? kalo tahu share dong
ane kurang ngerti tentang format IPM to ISO
wah ga pernah denger.. IPM itu apa yah?
kak bayuuuu ini aku br bgt dpet tugas ISO 8583,lieur @,@
tugas apa? pasti bisa lah..
Bisa kasih contoh implementasinya di delphi 7 atau vb 6 ga mang?? pasti bisa ya…
I’ll Greatfull to u if so…
Klo bisa sekalian contoh source code nya ya om….
wah.. ga ada installer delphi nih, installernya di aya di bandung..
nanti sy buatkan algoritmanya aja ya, saya bikin pake pascal.. tp ga malem ini ya.. busy
Ok.. Sipp. Kang.. diantos kabar sae na…
.
Hatur Nuhun.
ah.. ga jadi ketang..
lieur.. soalnya baca packager nya ga gampang..
mending pake java aja.. udah ada yg buatin library-nya.. misalnya jpos hehe
kalo delphi.. harusnya sih udah ada yg buatin library-nya juga..
klo java mah dah ada gan… ni mau coba bikin aplikasi clientnya cross-flatform…
kebetulan java descktop ane lom ngarti gan…
.
bantuan lah???
ok, udah beres..
tinggal diposting,
sabar ya gan, lagi sibuk
Sip.. diantos…
udah beres kali..
nih postingannya:
http://bayurimba.wordpress.com/2012/06/20/membuat-iso-8583-parser-dengan-bahasa-pascal/
Punten Gan ngawagel deui…. pami socket programming punya contoh source nya ga…
sy pengen nyoba chatting (buat kirim / terima data ISO).. servernya under java.. clientnya under delphi 7…
dah nyoba, tapi ga mau nerima shake hand dari servernya… klo servernya under delphi juga si ga ada masalah…
ada pengalaman ga gan??? share ya…
coba cari sendiri aja.. di delphi udah ada winsock buat socket programming
dah sy coba gan cari referensi.. dapet n sudah berhasil klo server nya pake delphi juga.. tapi klo servernya yang pake java cuma berhasil connect aja (Client bisa baca Hostname Server)…
sedangkan send/receive nya ga bisa… kenapa ya kr? kali aja agan pernah ngalamin…
Clientnya ak pk komponen TClientSocket, receive method nya OnClientSocketRead, seperti :
procedure TForm1.ClientSocketRead(Sender: TObject;
Socket: TCustomWinSocket);
var
read : string;
begin
read := socket.ReceiveText;
//ShowMessage(read);
memoChat.Lines.Add(read);
end;
dan send pake buttonclik ky berikut :
procedure TForm1.ButtonSendClick(Sender: TObject);
begin
ClientSocket.Socket.SendText(EditNick.Text + ‘ says: ‘ + EditSay.Text);
EditSay.Text := ”;
end;
Error di Java nya some like ” Error Reading Stream Header… ”
rada puyeng, nyari info di inet lom dapet2..
Kali aja ada ide untuk pencerahanya gan..
Tks.
mau tanya nih gan. Seandainya diminta buat aplikasi interfacing ke payment gateway atau membuat payment gateway-nya juga. apakah bisa gan? kalo bisa, tolong diemail penawarannyta ya gan..tq.
bagus blognya…
mau nanya mas.. kalo buat bill payment apa juga pakenya 0200? terus
yup, standard-nya begitu.
terus apa?
kak bayu ni keren bgt blognya, byk ilmu pengetahuannya, dan pas bgt saya lagi butuh belajar ISO8583 nih..hehe…
keep posting ya kak
terima kasih
Mas Bayu,
Mau tanya klo untuk software POSweb browser dari APPI company brazil itu buat apanya EDC yah kegunaanya?
Hanya untuk monitoring or semacem OS nya EDC or securitynya?
Linknya : http://www2.appi.com.br/ui/solucao/?Sol=455&SolP=454&SolTrad=234
Mohon infonya yah, maklum newbie di EDC nih dari IT mau lirik2 ke EDC nih..mohon bantuannya..
Seperti kita tahu bahwa di negara benua Amerika, mereka menyebutnya POS, bukan EDC. Dalam komentar ini, saya sebut EDC saja ya.
Kalau saya ga salah terjemahin, POSWeb Browser ini aplikasi server EDC, berfungsi utk control serta enabling terminal, komunikasinya bisa pakai legacy protocol ISO8583, X28, atau SDLC. Sedangkan software untuk terminalnya menggunakan POSWeb Pos.
Wah makasih atas pencerahannya, itu software bisa untuk monitoring install, upgrade software di EDC2 yg terconnect di server tsb yah.
Di indonesia sendiri apakah sudah lazim penggunaan software untuk control EDC/POS yah?
Jika ada vendor local yg bagus bisa juga untuk dijadikan product untuk efisiensi cost maintenance EDC/POS yah.
sama2, di Indonesia sudah ada banyak vendor EDC.
cuma kalau upgrade software terminal EDC via Server sih tergantung kebutuhan alias tidak harus mutlak seperti itu, kita bisa juga update manual dengan cara inject langsung ke terminal EDC nya.. biasanya option inject dipilih kalau ukuran softwarenya terlalu besar
Untuk vendor EDC di indonesia yg sudah implementasi monitoring EDC di indonesia klo boleh tahu siapa yah dan di bank mana, soalnya lg mkir jumlah CC semakin banyak..mesin EDC juga mesti bertambah..jd untuk maintenance, upgrade, monitoring costnya jg pasti nambah, klo ada software buat itu semua bisa diremote mestinya bisa reduce cost signifikan tuh.
konsepnya mirip desktop applikasi for pc, tp yg dimaintain EDC nih..
hm.. ga hapal sih, coba tanya2 ke MicroPay Nusantara, Inputronics, Primavista Solusi, dll. Kalau software untuk monitor sih sudah ada dari dulu, misal untuk EDC jenis Verifone, ada software di sisi servernya juga (lupa nama sofwarenya). pasti kalau punya license untuk EDC jenis Verifone, pasti punya software di sisi servernya juga sih..
dan di tempat saya kerja, kami ada produk middleware untuk EDC (called EDC Server) yang multifungsi *halah promosi*
wah boleh tuh Mas Bayu, tempat mas bayu kerja dimana nih?di jakarta or bandung?jika software Verifone itu hanya bisa monitor proprietary verifone saja kan ga bisa multibrand EDC, jika bisa multibrand EDC menarik Mas untuk dipasarkan krn pertumbuhan EDC dan CC akan semakin booming, kebetulan saya kerja di vendor IT SI customer saya banyak di banking sih..jika boleh bisa ketemuan or email2 an produk middleware EDC dari Mas Bayu tuh.
di jakarta.. di bsd juga.. (saya yg di bsd). hm.. kalau ketemuan saya ga janji bisa ketemu… email dulu deh: bayuforest@gmail.com
btw, ente lulusan telkom juga ya? soalnya ane jg darisana,,, nah ane bekerja sebagai Acquirer dan Issuer, ingin tau saja, di Indo perusahaan apa yg ada sbg acquirer dan issuer, soalnya pasti ente terlibat dengan perushaan tsb dalam setting pos terminal.. *ingin tau saja
wah ga tau ya gan. ane disini sbg vendor yang membuat aplikasi EDC Server (itu juga nerusin yg udah ada, ga bikin dari awal). and yes, gw dari it telkom
hai..agan2…
saya punya edc verifone omni3750, vx510, vx610 GPRS kosongan,
mau saya jual ada yg minat.
Ade S
Telp/SMS 087804096859
Email: cemonkade@gmail.com
maaf mau tanya saya punya edc verifone vx610, tapi kalo boleh tau cara mengaktifkan agar bisa digunakan, seandainya saya mau buka loket ppob bagaimana ya ?
mohon, bantuan pencerahannya makasih sebelumnya
maaf mau tanya saya punya edc verifone vx610, tapi kalo boleh tau cara mengaktifkan agar bisa digunakan, seandainya saya mau buka loket ppob bagaimana ya ?
mohon, bantuan pencerahannya makasih sebelumnya.
maaf tidak bisa membantu, saya tidak menangani teknis di terminal edc
Bukan translate apanya –” thanks deh udah sharing
sama-sama
terima kasih sudah berkunjung
mas,
mw nanya donk,,
sy new bie ni di edc
dapet tugas pelajarin edc server,,
dari yg sudah sy cari ada referensinya pake jpos,,,
tpi setelah sy coba ada beberapa eror yg sy tidak ngerti,,
mw minta advicenya nih kl sekiranya sy mw belajar bikin edc server menurut mas udjo step2nya hrus apa dlu yg dipelajari??
basic yg harus qt punya kira2 apa aja ya?
matursuwun mas..
bagus blognya..
format message iso 8583
jpos? berarti j2ee
okz mas
thanks yo
tak pelajarin dlu j2ee nya