Category: Computer


Review: A43SJ-VX138D

Sebenernya udah lama gw beli laptop ini. Cuma baru hari ini laptop ini gw pake kerja. Setelah membeli laptop ini, gw harus download installer Windows 7 Professional 64 bit dulu (original tentunya), abis itu setting aplikasi buat kerja (eclipse, java, document and settings, sama copy file2 kerja). Lumayan lama prosesnya, abis banyak yg dicopy :P

Okeh, cukup curcol-nya. Skr gw review laptop ini. Pertama-tama, ini dia spesifikasinya:

  • Processor Intel Core i3 2310M 2.1 GHz (2nd generation)
  • Memory (RAM) 2BG DDR3 (Up to 8 GB)
  • HDD 500 GB
  • Dedicated VGA Card: nVidia GeForce GT520M 1 GB DDR3
  • Wifi, Bluetooth, Webcam, Card Reader, HDMI
  • Speaker: Altec Lansing
  • Screen 14.1 WSXGA LED 16:9 (1366 x 768)
  • Casing Aluminum Tough (scratch resistant), gw beli yg warna Biru
  • DVD Super Multi
  • Garansi Resmi 2 tahun dari Asus Indonesia
  • OS: Free DOS

Karena ga ada OS nya, jadi gw download OS dulu deh pake laptop lama. Harganya? Setelah nego dan keliling di banyak toko, gw dapet dengan harga 4.850.000 IDR, trus gw langsung minta upgrade ram (tambah 2 GB) jadi 4 GB, nambah 250.000 IDR. Jadi totalnya adalah = 5.100.000 IDR. Cukup murah, soalnya gw beli pas dolar lagi turun-turunnya (waktu itu 1 USD = Rp. 8.740,00).

Review lainnya:

  • Processor-nya Sandy Bridge
  • Suhu tidak panas
  • Warna birunya keren
  • Keyboardnya nyaman, enak dipake ngetik
  • Tapi kabel chargernya pendek :( (lebih panjang laptop gw yg lama)

Last, penampakan public di internet diikuti penampakan asli yg gw capture pake camera HP (sori klo gambar jelek :mrgreen: nanti gw tambah gambarnya, malu kalo foto2 pas di kantor) View full article »

Review: GarudaOS

Tadi malam, saya menyempatkan diri untuk mencoba GarudaOS, distro linux lokal asli buatan Indonesia yang merupakan penerus dari PCLinux3D OS. Well, saya sudah menyiapkan space kosong dalam satu partisi sebesar 28 giga. Saya burning semua film-film di partisi tersebut. Bahkan sampai film Full House episode terakhir terhapus, tapi tidak apa-apalah. Yang penting saya bisa mulai mencoba kembali menggunakan Linux.

Ok, proses instalasi dimulai dengan membuat partsisi. Saya rada bingung karena petunjuk yang ada memberikan contoh kalau hardisknya masih kosong, sedangkan hardisk saya sudah ada isinya (yaitu sistem operasi Windows Vista Business, original tentunya). Sebenarnya saya sudah mengosongkan satu partisi sebesar 28 giga, tapi installer linux mendeteksinya sebagai hardisk yang tidak empty. Untung cuma satu partisi saja yang ukurannya 28 giga, jadi saya tidak bingung memilih partisi mana yang sebenarnya mau diinstall Linux. Setelah memilih partisi tersebut, saya klik tombol Empty yang ada di sampingnya, sehingga partisi tersebut terdeteksi sebagai partisi kosong. View full article »

Tangga; 20 Mei kemarin, sudah launching OS baru bernama GarudaOS. OS ini merupakan penerus dari PCLinux3D OS, saat ini banyak yang menyebut-nyebut distro ini hanya remaster saja dan akan mati muda, no support, dsb. Saya ga tau banyak soal linux, saya ga jago, ga bisa make, dan mau belajar. Buat saya pribadi sih, mungkin ini saatnya. Lagi pula, gerakan yang diberi nama GarudaOne ini bagus kok tujuannya.

Klo soal support, support sebetulnya adalah jasa yang seharusnya bisa ‘dijual’ oleh para pengembang software berbasis open source. Hanya saja kebanyakan orang Indonesia masih kurang menghargai jasa support (maunya serba gratis), sehingga akhirnya banyak OS yang bertumbangan karena tidak bisa ‘membiayai dirinya’ dari jasa ini.

Oleh karena itu, mari kita hargai jasa support ini. Jangan pelit untuk merogoh kocek Anda untuk jasa support jika suatu saat anda mengalami masalah saat menggunakan OS ini.

Nah, lalu seperti apakah gerakan GarudaOne ini? Mari kita bahas satu per satu. View full article »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.