Tadi malam, saya menyempatkan diri untuk mencoba GarudaOS, distro linux lokal asli buatan Indonesia yang merupakan penerus dari PCLinux3D OS. Well, saya sudah menyiapkan space kosong dalam satu partisi sebesar 28 giga. Saya burning semua film-film di partisi tersebut. Bahkan sampai film Full House episode terakhir terhapus, tapi tidak apa-apalah. Yang penting saya bisa mulai mencoba kembali menggunakan Linux.

Ok, proses instalasi dimulai dengan membuat partsisi. Saya rada bingung karena petunjuk yang ada memberikan contoh kalau hardisknya masih kosong, sedangkan hardisk saya sudah ada isinya (yaitu sistem operasi Windows Vista Business, original tentunya). Sebenarnya saya sudah mengosongkan satu partisi sebesar 28 giga, tapi installer linux mendeteksinya sebagai hardisk yang tidak empty. Untung cuma satu partisi saja yang ukurannya 28 giga, jadi saya tidak bingung memilih partisi mana yang sebenarnya mau diinstall Linux. Setelah memilih partisi tersebut, saya klik tombol Empty yang ada di sampingnya, sehingga partisi tersebut terdeteksi sebagai partisi kosong. Continue reading