Tadi malam, saya menyempatkan diri untuk mencoba GarudaOS, distro linux lokal asli buatan Indonesia yang merupakan penerus dari PCLinux3D OS. Well, saya sudah menyiapkan space kosong dalam satu partisi sebesar 28 giga. Saya burning semua film-film di partisi tersebut. Bahkan sampai film Full House episode terakhir terhapus, tapi tidak apa-apalah. Yang penting saya bisa mulai mencoba kembali menggunakan Linux.

Ok, proses instalasi dimulai dengan membuat partsisi. Saya rada bingung karena petunjuk yang ada memberikan contoh kalau hardisknya masih kosong, sedangkan hardisk saya sudah ada isinya (yaitu sistem operasi Windows Vista Business, original tentunya). Sebenarnya saya sudah mengosongkan satu partisi sebesar 28 giga, tapi installer linux mendeteksinya sebagai hardisk yang tidak empty. Untung cuma satu partisi saja yang ukurannya 28 giga, jadi saya tidak bingung memilih partisi mana yang sebenarnya mau diinstall Linux. Setelah memilih partisi tersebut, saya klik tombol Empty yang ada di sampingnya, sehingga partisi tersebut terdeteksi sebagai partisi kosong.

Sip, sekarang saya bisa mencoba membuat partisi yang dibutuhkan Linux. Pertama saya membuat partisi swap dimana ukurannya sebaiknya 2 kali memori (RAM). Karena memori yang  saya gunakan 2 giga, jadi saya sediakan 4 giga untuk swap. Selanjutnya 10 giga untuk /home dan sisanya (sekitar 13~14 giga) saya alokasikan untuk /. Semua berjalan lancar sampai menu untuk setting boot. Setting boot berbeda dengan petunjuk yang ada, karena bingung, saya coba klik tombol Advance. Lalu muncul pilihan2 window baru di depan window lama, tapi pilihan2nya yang tidak saya mengerti. Lalu saya klik tombol Cancel/Close untuk kembali ke window sebelumnya, eh malah hilang semua window-nya. Saya rasa saya telah mengagalkan proses untuk membuat partisi. Tapi bagaimana caranya untuk memunculkan kembali aplikasi untuk membuat partisi tadi? Saya bingung, akhirnya saya restart, dan saya kembali memulai dari awal :hammer:

Ok, saya mulai semua langkah2 tadi di atas sampai pada posisi setting boot. Kali ini saya tidak lagi mengklik tombol Advance. Saya klik tombol OK/Next. Lalu setelah itu muncul tampilan yang sama dengan petunjuknya. Wah, lega rasanya. Walau masih tidak mengerti dengan cara setting boot ini, saya klik OK/Next saja. Akhirnya proses instalasi selesai.

Berikutnya saya boot dengan memilih GarudaOS sebagai sistem operasi yang digunakan. Dag dig dug juga, tidak sabar segera ingin mencoba. Tiba-tiba saya diminta password untuk root, dan saya masukan password untuk root. Lalu saya juga diminta masukan nama saya, nama user(saya masukan udjo), dan password untuk nama user tadi. Ok, sekarang muncul login form seperti halnya sistem operasi Windows. Saya memilih login sebagai udjo. Dan setelah login, jreng jreng. Silahkan lihat skrinsutnya.

Sound Card

Sound Card

Wah, ternyata sound saya bermasalah. Padahal selama saya menggunakan Windows (baik saat ini dan dulu pernah pake Windows XP bajakan), tidak pernah ada masalah dengan ini. Jadi tidak ada suaranya deh. Lalu saya jadi curiga dengan perangkat lainnya, seperti mouse, web cam, DVD-ROM external. Semua tidak ada masalah kecuali Web Cam! Web Cam saya bermasalah (padahal kalau pakai Windows aman2 saja). Ini skrinsutnya:

Web Cam

Web Cam

Wah, GarudaOS sudah punya nilai -2 nih di mata saya. Selanjutnya saya lihat aplikasi lainnya. Untuk Explorer, ada aplikasi yang bernama dolphin. Bagus juga tampilannya, tapi saya tidak sreg dengan tampilan GarudaOS yang cenderung mengikuti Windows. Mending kalo sama, ini tidak. Coba perhatikan skrinsut ini.

Jendela

Jendela

Coba perhatikan gambar di atas, itu loh.. ada space / gap antara button yang tengah dengan yang ujung. Dan button yang tengah, tidak memiliki border di sebelah kanan. Ini (mungkin) dianggap sepele sehingga dibiarkan saja seperti ini. Tapi tidak bagi penilaian UI.. I can’t accept that. Sekarang nilainya sudah jadi -3.

Review selanjutnya, saya sedang membuka dolphin, lalu buka /home. Tapi.. di bawah ada kata-kata bahwa space kosong available tinggal 2 gigaan. Weleh, kok gitu? Padahal waktu instalasi di awal, saya alokasikan 10 giga untuk /home. Dikemanain tuh 10 giga? Lalu setelah saya cek, ternyata seperti ini perhitungan pemakaian space hardisknya. Lihat deh skrinsutnya.

Space Kosong

Space Kosong

Lalu ada notifikasi annoying yang kalau saya klik bukannya hilang malah muncul lagi dan lagi seperti skrinsut ini:

Notifikasi

Notifikasi

Saya pengen tahu, sebenarnya aplikasi apa sih yang memberikan notifikasi itu. Saya coba klik kanan di icon aplikasi tersebut di systray. Tapi tidak muncul apa-apa, lalu saya klik kiri 1 kali, masih tidak muncul. Klik kiri 2 kali, masih tidak muncul juga. Klik kiri lagi, masih tidak muncul. Hm… eh tiba-tiba jreng jreng, apa inih:

Loading Lama

Loading Lama

Its Lola alias loading lama. Apa laptop saya yang lemot? Sepertinya tidak. Selama saya menggunakan Window, laptop saya memberikan response time yang masih cepat.

Huft, saya tidak puas dengan sistem operasi ini. Kok saya terkesan memberi kesan tidak baik kepada GarudaOS? Tidak, saya sama sekali tidak bermaksud untuk itu. Saya adalah orang awam yang sedang belajar sendiri menggunakan Linux, dalam hal ini saya mencoba distro GarudaOS. Mungkin Linux adalah sistem operasi untuk orang-orang yang mengerti komputer, saya hanyalah orang awam, dan saya mungkin akan tetap menggunakan Windows yang mudah dimengerti oleh orang awam seperti saya.