Wow! Topiknya berat, dunia IPS nih?! Salah, saya bukan mau bicara soal dunia ekonomi, I am not the expert.

Pada postingan ini saya ingin melontarkan kisah tentang kota Jakarta, kota yang menurut film dokumentasi The New Ruler of The Word karya John Pilger merupakan korban dari kesuksesannya sendiri. Saya rasa memang benar begitu faktanya. Kota Jakarta adalah kota paling maju, sangat metropolutan.. maksudnya metropolitan. Karena paling maju, banyak orang yang urban ke Jakarta, jumlah penduduk makin banyak dan penambahan jumlah sarana umum tidak sebanding. Tanah pun kian sempit.

Akhirnya datang penyakit yang sering melanda orang kota: Stress, Frustasi, Mudah Tersinggung, Saling tidak percaya, dll. Betapa tidak? Hal ini dikarenakan sebab yang sangat kompleks, mulai dari ekonomi yang melemah, nilai mata uang turun. Lalu ditambah macet, semua harga naik. Anak-anak lari ke narkoba, tawuran, dsb. Lagu Resesi Ekonomi-nya Chrisye kian terasa banget.

Lihat sekarang, setiap hari macet. Cuacanya panas sekali. Saat kemarau seperti sekarang, air sangat susah. BBM akan habis dan menjadi langka. Sering terjadi kebakaran. Kejahatan setiap hari. Selalu ada masalah melanda di setiap harinya. Akankah ada perubahan menuju yg lebih baik? Itu semua tergantung penduduk dan pemerintah kota Jakarta. Tidak cukup hanya dengan ‘Mau’ saja, tetapi harus diaplikasikan dalam perbuatan: Sabar, Saling Mengalah, Menghormati yang lebih tua, Menghormati pejalan kaki, Taat peraturan & Tertib, dsb.