Terinspirasi dari tulisan teman di blog ini, saya jadi terinspirasi juga untuk berbagi pengalaman seputar dunia pekerjaan: Programmer. Ga kreatif ya? Wkwkwk.. gpp deh, yang penting tulisan ini bisa bermanfaat buat mahasiswa yang bertanya-tanya: seperti apa sih kerja Programmer ? Ah.. sudah terbaca, pasti coding. Tapi ternyata, bisa jadi lebih dari itu.

Setelah saya lulus S1 Teknik Informatika di pertengahan 2010.. saya mau kerja jadi Programmer. Tapi saya bingung, mau jadi Programmer apa? Delphi? PHP? Java? C? C#? .Net? Saat ini banyak sekali jenis bahasa Pemrograman,  dan saat kita kuliah.. sangatlah sulit untuk mendalami semuanya. Misalnya saya: saya hanya mendalami Algoritma Pemrograman-nya saja. Soal bahasa Pemrograman, saya modal Google saja:mrgreen: Delphi, PHP, Java, C, saya paham (.Net, C# dan Ruby belum ngulik). Tapi tidak paham secara mendalam. Inilah yang membuat saya bingung. Saya tidak memiliki spesialisasi dalam bahasa Pemrograman tertentu. Walau saya di kampus sempat menjadi Asisten Praktikum Pemrograman bahasa Pascal dan C, kedua bahasa pemrograman tersebut sudah ketinggalan jaman. Di kampus saya, Pascal dan C digunakan sebagai tools untuk memperdalam konsep Algoritma Pemrograman.

Lalu akhirnya saya apply sana-sini. Dan sambil menunggu panggilan, akhirnya sementara ini saya putuskan untuk menjadi TLH (Tenaga Lepas Harian) Programmer PHP di salah satu perusahaan telekomunikasi di Bandung. Ternyata, bekal ngulik sewaktu kuliah sangat berguna. Karena walau jadi Programmer PHP, kadang saya diberi tugas sebagai DBA juga.. tapi yang ringan-ringan: bikin database harus 3NF, bikin dblink, store procedure, PL/SQL, index, query optimization, dll (fiuh.. untung masih nyimpen modul Praktikum Basis Data). Kadang, environmentnya tidak selalu Windows. Kalau development sih, boleh jadi pake laptop sendiri yang pake Windows. Begitu deploy ke Server Production, OS-nya Linux. Disini penyesalan saya: menyesal sewaktu kuliah tidak ngulik Linux. Belum disuruh ngecek koneksi: ping, traceroute, telnet. Beruntunglah mahasiswa yang suka ngoprek.

Selain DBA, saya juga berusaha menggali kebutuhan user melalui media : meeting. Ya! Penjelasan lisan. Di tempat kerja saya sebagai TLH Programmer PHP, seperti ini budaya-nya.. Adapun dokumen terkait kebutuhan software, biasanya berbentuk alineal dan dijelaskan point per point. Dan kemudian saya harus bikin mockupnya, work flow-nya, database design-nya, dll. Khusus database design, ini hanya untuk konsumsi sendiri. User-nya cuma tertarik sama mockup / desain tampilan dari software yang akan dibuat. Berarti, ini semua sendiri? Iya. Padahal tittle-nya: Programmer. Install dan Deploy, UAT, Stresstest, juga sendiri. Tapi karena disini niat saya murni: Cari pengalaman, sama sekali tidak terasa ada beban berat dalam melaksanakan tugas-tugas kantor. Ditambah lagi dapat atasan yang baik banget (Alhamdulillah).

Bulan Januari 2011 kalau tidak salah… ada lowongan di salah satu perusahaan swasta. Ya! Itulah tempat saya kerja sampai saat tulisan ini dibuat, yaitu di PT Sigma Cipta Caraka. Lowongan sebagai Java Programmer. Dari PHP, ganti aliran ke Java. Saat itu saya modal nekat. Saya apply, saya ikut tes kemampuan dasar, psikotes, tes wawancara. Lolos. Kemudian saya menyatakan confirm untuk move on ke Sigma (Sigma- sebutan lain PT Sigma Cipta Caraka). 7 Maret 2011 adalah hari pertama saya bekerja di Sigma, sebagai Java Programmer.

Dan ternyata, saya di-training dulu selama 2 bulan sebelum terjun ke Project IT. Alhamdulillah, soalnya saya modal nekat. Pengetahuan saya di bidang Java, hanya sebatas modul praktikum di Kampus saja. Saat training ini, saya memperdalam Java dan banyak ilmu baru: Spring, Komponen Framework (Tapestry, Strut, JSF), Hibernate, Sitemesh, Apache Tiles, Apache Tomcat, Log4J. Dan materi itu semua tidak saya dapatkan saat kuliah di kampus.

Selesai training, saya siap untuk build sebuah web application menggunakan Java. Tangan ini gatal… gatal pengen cepat2 coding. 9 Mei 2011, saya terjun ke Project, namun saya mendapat pekerjaan untuk menangani EDC Server yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan web application. Ini adalah tanggung jawab saya sendiri. Tidak ada backup. Masing-masing karyawan punya tanggung jawab masing-masing. Dari titik ini, saya menemukan perbedaan dengan tempat kerja sebelumnya. Disini setidaknya tidak serabutan. Ada Software tester yang menguji kelayakan aplikasi, ada Bisnis Analyst yang mendefinisikan kebutuhan bisnis dan teknis, ada Project Manager, dll. Hanya untuk Deploy, masih Programmer-nya yg turun.. dan itu artinya saya punya tanggung jawab lebih. Dari titik ini saya ambil kesimpulan: Apapun pekerjaan anda, amanah dan tanggung jawab yang diberikan harus selesai dengan sebaik-baiknya.

3 tahun lebih saya bekerja di Sigma. Rasanya tidak mungkin kalau saya ceritakan semua.. nanti pembaca keburu bosan hehe:mrgreen: Pelajaran yang saya petik selama bekerja sebagai Programmer di Sigma adalah:

1. Tadi yang di atas

2. Kerja dimana pun, tidak akan ada yang sesuai dengan keinginan kita.
Setiap perusahaan pasti selalu punya kekurangan, tidak ada perusahaan / tempat kerja yang sempurna. Kalau ingin kerja sesuai keinginan, sana bikin kantor sendiri. Terserah anda sendiri mau masuk jam berapa huehehe..

3. Di dunia kerja, ada berbagai macam karakter orang.
Bisakah kita bekerja sama (teamwork) dengan mereka? Bisakah kita beradaptasi? Bisakah kita menjaga etos kerja?

4. Di dunia kerja, tidak selamanya lurus
Kadang, ada saja kecurangan / abusement. Kita jangan terbawa arus, tapi jangan pula melawan arus. Kalau kata orang sunda mah: herang caina, beunang laukna.

5. Apapun pekerjaan yang diberikan kepada Anda, harus bisa dikerjakan dan selesai
Ya begitulah. Walau title nya Programmer, kadang harus Design juga, kadang harus jadi Tester juga.. kadang harus ngecek network juga.

6. Niat Bekerja
Saya kembalikan lagi kepada para pembaca. Niat bekerja sebenarnya untuk apa? Jangan pernah lupa jati diri kita yang sebenarnya. Ini lebih kepada prinsip. Prinsip saya: bekerja untuk mencari nafkah yang halal bagi keluarga, dalam rangka menjalankan kewajiban suami kepada istri dan anak. Kalau niatnya sudah ga lurus, kerja apapun pasti akan terasa berat.

Itulah pengalaman saya bekerja selama di Sigma. Dan akhirnya saya menyadari 1 hal. Ketika sebuah Perusahaan membuka lowongan kerja untuk Karyawan Berpengalaman, pasti yang dilihat bukan Pengalaman di Bidang Teknis saja. Tapi pengalaman bekerja lainnya seperti: bagaimana menghadapi orang yang berbeda-beda, bagaimana teamwork, bagaimana memikul tanggung jawab, dll.