Category: Curcol


Ada yang menjual data diri saya!!! Ya itulah faktanya, saya beri tiga tanda seru, karena saya merasa kesal. Pasalnya, sore ini saya telah melakukan registrasi ke salah situ situs Reservasi Tiket Pesawat ternama di Indonesia (saya ga sebut nama perusahaannya ya). Disana saya harus menginputkan data-data seperti Nama Lengkap, Alamat, dan terakhir adalah Nomor Hanphone. Saya memang ingin melakukan reservasi tiket secara online, karena itu saya registrasi.

Namun tidak lama kemudian, ada SMS masuk ke Handphone saya, isinya adalah SPAM yang berisi iklan agen travel yang menawarkan Tiket Promo Untuk Penerbangan. Saya ulang, TIDAK LAMA KEMUDIAN! Ini bisa jadi ada oknum yang sengaja menanam script untuk mengambil data saya saat registrasi, lalu mengirimkannya ke server dia dan lalu mengirimkan autosend SMS ke nomor saya.

Semoga ini menjadi cermin buat anda. Jangan memberikan nomor HP secara sembarangan termasuk pada badan/lembaga ternama sekalipun. Pada situs reservasi tadi, saya diwajibkan untuk memberikan nomor handphone. Saya tidak bisa registrasi kalau tidak mengisi nomor handphone. Akhirnya, nomor HP saya tersebar.

Kemana saya harus melapor? Saya tidak punya bukti (kecuali kalau log di server masih ada dan dapat dicari, saya yakin pasti tidak disimpan log-nya, karena yg membuat script nya pasti cukup pintar dan sudah memperhitungkan soal ini). Ingin tau nama Perusahaan Penerbangan tersebut? Silakan komentar, nanti sy kasih tau via email.

Resesi Ekonomi

Wow! Topiknya berat, dunia IPS nih?! Salah, saya bukan mau bicara soal dunia ekonomi, I am not the expert.

Pada postingan ini saya ingin melontarkan kisah tentang kota Jakarta, kota yang menurut film dokumentasi The New Ruler of The Word karya John Pilger merupakan korban dari kesuksesannya sendiri. Saya rasa memang benar begitu faktanya. Kota Jakarta adalah kota paling maju, sangat metropolutan.. maksudnya metropolitan. Karena paling maju, banyak orang yang urban ke Jakarta, jumlah penduduk makin banyak dan penambahan jumlah sarana umum tidak sebanding. Tanah pun kian sempit.

Akhirnya datang penyakit yang sering melanda orang kota: Stress, Frustasi, Mudah Tersinggung, Saling tidak percaya, dll. Betapa tidak? Hal ini dikarenakan sebab yang sangat kompleks, mulai dari ekonomi yang melemah, nilai mata uang turun. Lalu ditambah macet, semua harga naik. Anak-anak lari ke narkoba, tawuran, dsb. Lagu Resesi Ekonomi-nya Chrisye kian terasa banget.

Lihat sekarang, setiap hari macet. Cuacanya panas sekali. Saat kemarau seperti sekarang, air sangat susah. BBM akan habis dan menjadi langka. Sering terjadi kebakaran. Kejahatan setiap hari. Selalu ada masalah melanda di setiap harinya. Akankah ada perubahan menuju yg lebih baik? Itu semua tergantung penduduk dan pemerintah kota Jakarta. Tidak cukup hanya dengan ‘Mau’ saja, tetapi harus diaplikasikan dalam perbuatan: Sabar, Saling Mengalah, Menghormati yang lebih tua, Menghormati pejalan kaki, Taat peraturan & Tertib, dsb.

Ganti Judul

Yup, gw baru aja ganti judul. Setelah dulu memakai judul ‘Udjo Bersabda’, lalu ‘Bayu Rimba’ (selftitled), skr judulnya ganti menjadi ‘Pool of Knowledge’ (udah kayak yang ngeluarin album ketiga aja wkwkwk :mrgreen: ).

Sebenernya niat ganti judul kali ini adalah supaya Judul sesuai dengan Isi. Sejak pertama bikin blog, bingung juga mau kasih judul apa.. pertama yang ‘Udjo Bersabda’ itu asal aja, theme nya dimodified dengan style yang rada indie, dan perpaduan warna black-orange. Sempet gonta ganti theme. Dan ini adalah theme yang kesekian kali, dan theme ini udah yg paling cocok. Judulnya juga diharapkan mengingatkan penulis supaya mengisi blog ini dengan semua knowledge, agar penulis tidak susah mencari knowledge yg sudah atau pernah didapat.

Duh.. masih banyak knowledge yang belum dituang ke dalam blog ini. Hope i never stop to post on this blog.

-bayurimba-

Hati-hati di Pasar Tumpah Gasibu

Sebetulnya, ini adalah kisah lama. Namun karena sudah banyak korban hingga banyak dibahas di dunia maya, akhirnya saya post juga.

Berdasarkan informasi yg saya baca dari sini: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7130961, pasar tumpah atau pasar minggu di Gasibu sudah jadi sarang pencopet. Pencopet ini tidak 1 orang, tapi berkomplotan, bahkan ada yg berpendapat bahwa petugas keamanan (security yg ada di lapangan, bukan polisi) disana ga guna karena kebagian hasil copet dan para pedagang disana jika ikut menjadi komplotannya. Pasalnya salah seorang korban bercerita ketika bertanya ama yg punya stand disitu malah dibilangin “udh ikhlasin aja”. Pas malah lapor polisi, malah disuruh bikin surat laporan ke kantor (birokrasi banget).

Modus pencopetannya adalah:

  • ada sesuatu yg nyangkut di kaki kiri, sebenarnya ini sengaja disangkutin sama salah seorang komplotan
  • setelah kita melihat ke samping kiri, samping kanan kita lengah, sehingga si copet bakal ambil HP yg ada di saku kanan
  • kalo HP di kiri, bukan tidak mungkin modus pencopetan akan jalan sebaliknya (sisi kiri anda yg dibuat lengah)
  • kalo anda gandengan sama pasangan dan pasangan anda di kanan, nanti akan ada yg misahin sampe gandengannya lepas
  • setelah kecolongan, kalo anda ngejar si pelaku, nanti ada orang yg marah-marah dan ngehalangin anda, dia marah karena tertabrak padahal anda sama sekali tidak menabraknya

Berdasarkan keterangan yg diperoleh dari tautan di atas, ciri pelaku adalah botak, gendut (kalo rambut sih bisa tumbuh lagi / pakai rambut palsu).

Buat anda yg mau ke Gasibu di pasar tumpah hari minggu, bawa barang seperlunya. Dan wajib extra hati-hati. Jangan lengah. :)

Benarkah Iklan di Facebook?

Benarkah iklan di Facebook? Pertanyaan itu muncul dalam benak saya saat ini. Baru-baru ini saya melihat iklan gadget murah seperti ini:

Iklan Facebook

Iklan Facebook

Lalu saya klik iklan tersebut. Lalu saya memasuki situs yg meminta email dan lokasi saya (sebenarnya saya tahu kok situs ini, saya sudah mendaftar). Setelah input email dan lokasi, munculah promo-promo hari ini di situs tersebut. Tetapi gadget murah nya ga ada sama sekali. Saya sih ga apa, no problemo, nevermind, ora opo-opo.

Tapi bagi orang awam, tentu akan merasa tertipu. Sialan pikirnya. Atau bagi orang irit, “sialan ngabisin benwit gw” gumamnya. Buat orang dengan pulsa melarat, “sialan ngabisin pulsa gw aja” teriaknya. Kalo dibilang nipu, emang bener nipu sih. Soalnya antara iklan dan content ga sama. Misal lo liat iklan sabun 123, pas dateng ke toko ternyata bukan sabun 123 melainkan mie instan XYZ. Lo udah jauh2 dateng ke toko dan ngeluarin ongkos naek ancot 2000 perak, akhirnya balik lagi dan keluar lagi ongkos 2000 perak. Merasa ketipu gak?

Buat pemilik situs tersebut, bikin iklan yg sewajarnya aja. Bukan buat kebaikan saya. Buat kebaikan situs itu sendiri, nanti orang awam pada lari semua loh.. :mrgreen:

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,515 other followers